Fandi
...Lambaian Ka'abah menggamit rasa rindu pada nikmat iman dan taqwa yang sentiasa terpahat di hati dalam ramkuman nurani keinsafan jiwa kehambaan yang kerdil dan dhaif...imbauan pada memori lalu di saat menjadi tetamu Allah mengunjungi kota suci mengabdi diri tanda penyerahan diri dan mengakui keesaan Illahi bersama lautan pengharapan terlalu beerti dan dirindui agar kembali diulangi atau terus abadi dalam nurani yang suci....tiada yang lebih pasti selain rahmat kurniaan Illahi....damai alam mutmainnah..zuhud pada pencarian...abadi dalam ketaqwaan....
.....buat yang melakukan kunjungan ke kota suci kali ini...moga damai dalam perjalanan, bermujahadah dalam pencarian...muhasabah dalam pengertian.... Bukan tragedi itu bahan untuk dibualkan, tapi hikmahnya yang perlu dilihat sebagai hujah melihat kebesaran Tuhan...
.....bagi yang ditinggalkan,,, keraian apa pada tangisan ?....doa apa yang kita pohonkan untuk mereka dan buat diri kita?.... Pengorbanan apa dan bagaimana yang dituntut ke atas kita?
Fandi
Dalam berbicara kita sering berfikir, memikir dan terfikir sesuatu yang ingin kita wacanakan dengan pengertian yang jelas mengikut kefahaman, maksud dan rasa hati kita... Harapannya kita akan diterima dengan baik dan disenangi...Tapi apa yang sering terjadi akan wujud situasi diakui tapi kurang dipersetujui atau sama tapi tak serupa..... Soalnya tetap tidak ada kejituan dalam pengharapan kita.... Bagi hamba kini, tak payahlah nak susah-susah mengharap benar pada pandangan orang, mulia di mata insan atau bahagia dalam senyuman wajah teman... Allah lebih tahu dan lebih benar tentang segalanya...